THAWAF WADA

THAWAF WADA

Thawaf Wada'

Diantara amalan wajib haji yang dilaksanakan oleh jamaah yang akan kembali ke tanah air adalah melakukan Thawaf Wada'. Thawaf atau mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 (tujuh) kali. Boleh dilaksanakan dengan menggunakan pakaian biasa. Thawaf wada’ adalah sebagai penghormatan terakhir pada Masjidil Haram. Jadinya thawaf ini adalah amalan terakhir bagi orang yang menjalankan haji sebelum ia meninggalkan Mekkah, tidak ada lagi amalan setelah itu.

Dari  Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

“Manusia diperintahkan menjadikan akhir amalan hajinya adalah di Baitullah (dengan thowaf wada’, pen) kecuali hal ini diberi keringanan bagi wanita haidh.” (HR. Bukhari no. 1755 dan Muslim no. 1328).

Thowaf wada’ ini wajib menjadi akhir amalan orang yang berhaji di Baitullah dan ia tidak boleh lagi tinggal lama setelah itu.

Biasanya rasa haru bercampur harapan serta doa, campur aduk dalam hati. Berharap seh moga semua amalan rangkaian ibadah yang ditunaikan diterima oleh Alloh SWT. Tapi juga bercampur harapan untuk bisa kembali lagi ke Baitullah beribadah di dekatnya. Kerinduan yang semacam ini biasanya dimiliki oleh oleh mereka yang telah pernah haji/umroh.

Tapi namanya keinginan dan harapan kadang tidak selalu sesuai dengan realitas sesungguhnya. Keinginan dan harapannya bisa segera kembali ziarah ke tanah suci. Tapi realitasnya kadang finansial, kesehatan, waktu dan sebagainya yang menjadi penghambat.

BMT PAS melihat hal ini sebagai sesuatu kesempatan untuk membantu sesama, memudahkannya kembali berziarah ke tanah suci. Ada program tabungan Haji/Umroh. Ada juga dana talangan Haji/Umroh. Semua dengan syarat dan ketentuan yang mudah (lihat www.bmtpas.com)

Kepada semua jamaah haji Indonesia khususnya kloter Jogja dan lebih khusus lagi jamaah haji Bantul, hari-hari ini adalah hari persiapan pulang. Hari-hari pelaksanaan Thawaf Wada', hari-hari perpisahan dengan baitullah. Semoga semua jamaah mendapatkan kemabruran dalam ibadah hajinya. Aamiin3x Yaa Rabbal 'alamin.

Ahlan wa Sahlan bikhudhurikum, allhummajhum hajjan mabruran, wa sa'yan-masykuran wa dzamban-maghfuran wa tijaratan lantabuura. (Jpr)

 

Sumber gambar : https://bit.ly/2zdUdz3